Konser John Park ‘Like a Dream’: Vibe Jazz Klasik, Seoul Berasa New York 1920-an! 🔥💿
Sobat Hello, Lars Kim di sini! Siap-siap terhempas ke dimensi lain. ✨ John Park baru aja bikin kita semua bengong di konser solonya, “Like a Dream” (꿈처럼). Bukan cuma konser biasa, ini persembahan seni musik yang super intim dan bikin merinding! Sebuah mahakarya tersembunyi di jantung Seoul. 🎶
Setelah **delapan tahun** hiatus sejak konser ‘MONO’ tahun 2017, Oppa kita ini kembali ke panggung favoritnya. Lokasinya di **Ewha Womans University Samsung Hall**. Dari tanggal **19 sampai 21 Desember**, tiket ludes dalam sekejap! 💥 Ini bukti, John Park memang legenda. Bukan cuma konser, tapi ajang reuni global K-fans yang udah lama menanti. 💯
Lupakan kembang api dan layar LED raksasa. Konser ini beda. Ini murni musik. Selama **120 menit tanpa henti**, John Park, diiringi **full band** yang keren, membuktikan suaranya yang khas dan karismanya di panggung udah lebih dari cukup. Dia bukan cuma bintang, dia ‘performance artist’ sejati yang menguasai panggung dengan suara dan jiwanya. 🎧⚡
Vibe Jazz Club Langsung dari New York 1920-an 🎷🌃
Pas tirai dibuka, lampu sorot nyala, **Samsung Hall** langsung berubah. Kayak teleportasi ke jazz club di **New York tahun 1920-an**, padahal kita di Seoul! John Park nge-kick off malam itu dengan “BLUFF” dari album keduanya. Suara baritonnya yang groovy langsung bikin suasana magis. Set awal dengan “Skit” dan “DND (Do Not Disturb)” langsung set the tone: perpaduan **vintage pop** dan **smooth jazz** yang membius. Kita semua terpukau! ✨
Setelah pembukaan yang energetik, John Park nyapa penonton dengan senyumnya yang charming, “Maaf udah bikin kalian nunggu lama.” Ini khas “Park” banget – dari persona jenaka di variety show, langsung jadi musisi “John” yang serius pas musiknya mulai. Dia bilang, “Hari ini, aku mau fokus pada suara dan napas yang kita ciptakan bersama, bukan kemewahan panggung.” Fokus ke musik murni ini, the real highlight! 🌊
Setlist-nya? Tenunan cerita musik yang ciamik. Dari ballad emosional kayak “Jeonjari” dan “ALL I WANT”, sampai energi eksplosif “NIGHTCRAWLER” dan “Why Is It So” bareng band. Setiap nada terasa banget. Solo gitar di “This Isn’t It” juga mesmerising abis. Dengan lighting dan suara aja, dia bisa bikin seluruh penonton di venue 700 kursi itu tenggelam dalam dunianya. 💫
Lars K. Insight: Di era produksi konser yang heboh, “Like a Dream” dari John Park ini pengingat kita semua. Seni sejati itu tentang autentisitas. Pengalaman musik intim dan raw kayak gini, itu gold. Gak cuma ngelihat, tapi ngerasain musiknya sampai ke jiwa. 💯⚡
Kado Natal yang Tak Terlupakan 🎁🌲
Sebagai konser di bulan Desember, **John Park Sunbaenim** juga kasih kita kado Natal spesial! Mulai dari “Love Again”, dia lanjut ke medley carol yang menghangatkan hati. Ada “Have Yourself A Merry Little Christmas”, “Santa Claus Is Coming To Town”, dan “The Christmas Song”. Dengan cahaya lembut di panggung, melodi piano manis, dan vokal merdu, suasananya cozy banget. Kayak lagi duduk di dekat perapian di malam Natal. Bikin Christmas spirit langsung on! 🎄
Dia bilang, “Aku pengen banget konser ini pas musim Natal.” Sambil eye contact sama penonton, koneksi personalnya itu lho, dapet banget. Fokus pada musik tanpa distraksi bikin kita bisa meresapi setiap napas, setiap getaran instrumen. Nyaman dan damai banget rasanya. ❤️
Janji Manis Buat Masa Depan: “Nanti Nggak Bakal Lama!” 🎤🗓️
Yang paling menyentuh hati? Janji tulus John Park ke fans. Dia mulai dengan, “Kayaknya aku terlalu lama istirahat dari panggung. Pas persiapan, aku sadar lagi betapa berharganya panggung ini.” Kejujuran itu kena banget ke semua fans yang hadir.
Terus dia dengan berani deklarasi, “Aku mau sering-sering tampil mulai sekarang. Apalagi pas musim Natal, aku pasti bakal ngadain konser!” Langsung deh, penonton teriak heboh. Dia nambahin, “Konser selanjutnya pasti nggak akan lama. Aku bakal tepatin janji ini.” Ini bukan cuma janji, ini visi John Park buat jadi brand konser tahunan tiap musim dingin. Tradisi baru yang patut dinanti! 💣
Singalong Hingga Finale Bak Mimpi 🌟🎤
Paruh kedua konser jadi festival meriah, John Park dan penonton melebur jadi satu. Lagu-lagu ritmis kayak “Falling,” “VISTA,” dan “STUTTER” bikin semua orang tepuk tangan serempak, tanpa komando. Dan pas hits ikoniknya “Your Thought” (네 생각) mengalun, spontanitas “tte-chang” (nyanyi bareng penonton) bikin suasana makin haru dan indah. 💯
Encore-nya juga dramatis. Kembali ke panggung dengan “Save Our Christmas” yang powerful, John Park nutup konser dengan judul lagu utamanya, “Like a Dream” (꿈처럼). Dengan mirror ball yang berputar, menyebarkan “hujan perak” di panggung, dia kasih salam perpisahan, “Aku harap waktu hari ini juga bakal kalian kenang seperti mimpi.” Perfect ending untuk malam yang ajaib. 💖
Konser “Like a Dream” bener-bener nunjukkin spektrum musik John Park yang luas dan dalam. Lebih dari **20 lagu solo** dengan vokal yang konsisten dan stage presence yang matang. Dia udah pasti mengukuhkan posisinya sebagai ‘performance artist’ paling memukau di K-pop. John Park bener-bener menghangatkan hati kita di malam yang dingin, ninggalin kehangatan yang tak terlupakan. Kita udah nggak sabar nunggu “mimpi” John Park selanjutnya! 🚀
Editor: Lars K. ⚡
Original Article: HelloKorea.xyz




